BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS

18 February, 2011

Cinta nabi pada umatnya..salam maulidur rasul 1432H

salam maulidur rasul kepada semua para sahabat yg dikasihi..rasanya masih belum terlambat untuk saya mgucapkannya kepada semua..




APA TANDA KITA CINTAKAN NABI SAW?

adakah sekadar mnyambut hr klhirannya?atau berselwat kpdnya?ada byk cranya..antranya adlh mmpratikkan cra hidup nabi krn ia adlh satu sunnah..spt sabda Rasulullah SAW..'"Wahai umatku, kita semua berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepadaNya.Ku wariskan dua perkara pada kalian, al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-samaku."

'kita akan bersama dgn siapa yg kita cintai'...oleh itu,cintailah nabi nescaya kita akn bersama2nya di syurga kelak..insyaAllah...

saya ingin berkongsi satu cerita,yg dipaparkan dlm lmn web yg tdk asing lg iaitu iluvislam bertjuk SAAT NABI MUHAMMAD WAFAT..


Terdapat sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan RasulNya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Ketika itulah, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah:

"Wahai umatku, kita semua berada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasihNya. Maka taati dan bertakwalah kepadaNya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-samaku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah saw. yang tenang dan penuh minat menatap sahabat-sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap baginda dengan mata yang berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

"Rasulullah saw. akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu.

Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah saw. yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.

Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah saw. masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tetapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian dia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah saw. menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

"Ketahuilah anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut," kata Rasulullah saw..

Fatimah menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri Rasulullah lalu Baginda menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.

"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.

"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

"Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi sesiapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

"Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

"Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat penghantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

"Ummatii, ummatii, ummatiii?" – "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.


mmbaca artikel ini sgt mngharukan,pasti akn menitis air mata,andai kita berada bersama nabi waktu itu...betapa nabi itu SANGAT-SANGAT MENCINTAI UMATNYA..
Sehinggakan pd waktu kewafatannya, Baginda masih teringat akan ummatnya..UMMATI..UMMATI...UMMATI..

Sehinggakan Baginda bertny kpd Jibril tntg haknya dhadapan Allah nnti..jibril mmberithu tntg syurga yg tersdia utk Baginda..ttpi Baginda still tdk berpuas hti dgn jwapan itu & bertnyakan tntg NASIB UMMATNYA KELAK...

Sehinggakan Baginda rela ditimpakan saja kesakitan umatnya ketika dicbut nyawa oleh malaikat maut...kesakitan yg pling dahsyat yg tdk boleh dilwan oleh ape2 pnyakit sekalipun..
Baginda yg digelar kekasih Allah itu merasai btapa dahsyatnya sakit ketika sakaratul maut..apatah lagi kita ummatnya yg dipenuhi dosa,pasti kesakitannya tdk terhingga....

demi ALLAH SWT,tolong tnya diri kita masing2..,adakah kita sudah mncintai nabi SAW sepertimana Baginda mencintai kita?sepertimana Baginda merindui untuk bertemu dgn kita?Tepuk dada tnyalah iman..


sudah jelas bukan betapa banyaknya bukti CINTA NABI kpd kita umatnya..adlah tdak wajar kita sbg umatnya tdk mngingati kelahirannya,malah kita lbih mngingati HARI VALENTINE,hari berksih syg dgn kekasih kita yg belum halal buat kita melainkan dgn ikatan AKAD NIKAH..

btapa sirah itu mgandungi byk bukti tntg kasih syg Nabi SAW kpd kita ummatnya,adkah kita tegar utk melupainya,insan mulia pnyelamat kita dr api neraka?...

Ya Rasulullah,andai dirimu bersama kami,sungguh aku tdak tahu apa yg akn dperktakan olehmu..
melihat keadaan di zaman ini..sungguh cintamu pd kami tak bertepi..sungguh kamulah yg sewajarnya dicintai krn cintamu kpd kami umatmu..
ya Rasulullah,kami merinduimu...


KU DAMBA KASIH ILAHI

16 February, 2011

No Valentine Day!!!

29 January, 2011

Aktivis Muslimah Harapan Rasulullah SAW




Menjadi wanita memang menyenangkan, apalagi wanita "Muslimah", sebab muslimah bererti wanita yang telah diseleksi oleh Allah untuk menerima hidayah-Nya dan menjalankan kehidupan sesuai dengan sunnah Rasul-Nya. Rasulullah sebagai manusia pilihan Allah, sangat peduli terhadap muslimah.

Baginda sangat menyayangi muslimah sehingga beliau berpesan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, "Tidaklah seorang muslim yang mempunyai anak dua orang perempuan kemudian ia berbuat baik dalam berhubungan dengan keduanya akan bisa memasukannya ke dalam surga."

Di masa baginda hidup kaum wanita merasakan angin segar dalam kehidupannya, setelah sebelumnya pada masa jahiliyah hidup teraniaya, tidak mendapatkan hak yang semestinya. Kehidupan wanita muslimah saat itu boleh dikata beruntung dibandingkan dengan wanita sekarang pada umumnya. Kerana muslimah relatif hidup dalam komuniti masyarakat yang memahami nilai Islam secara baik. Hidup mereka betul-betul tersanjung, kerana mereka merasakan hidup sesuai fitrahnya.

Berbeza dengan situasi sekarang, ketika banyak wanita menuntut persamaan hak dan darjat. Boleh dikatakan kehidupan wanita sekarang berada ditengah komuniti masyarakat yang tidak memahami nilai-nilai Islam. Ini menyebabkan keserabutan dalam hidup mereka. Sudah tentu wanita muslimah harus berupaya menghilangkan dugaan tersebut. Caranya adalah dengan mulai mengaktifkan dirinya dalam pelaksanaan nilai-nilai Islam serta berupaya mengajak wanita lain untuk beramal Islami.

Ustadz Faisal Maulawi, seorang Mufti Lebanon, menyatakan, "Saatnya sekarang keadaan ummat sedang dalam keadaan bahaya, para wanita muslimah yang solehah terjun untuk terlibat aktif dalam membentengi dan memperbaiki ummat."

Untuk menjadi muslimah yang disayang oleh Rasulullah SAW hendaknya diperhatikan empat hal berikut:

1. Faqihah Lidiiniha

Seorang muslimah hendaklah faqih (paham) terhadap din (agamanya). Selayaknya ia dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dalam erti tajwid dan makhraj hurufnya. Kemudian dapat membaca hadits dan selalu pula menjadi bacaan hariannya, karena dengan itu ia memahami keinginan Rasulnya untuk kemudian berusaha menyesuaikan kehidupannya sesuai dengan cara hidup Rasulullah SAW.

Ia juga harus berusaha memperkaya diri dan wawasannya melalui belajar kepada seorang guru yang jujur dalam menyampaikan ilmunya, dan berusaha banyak membaca buku agama lainnya seperti tentang aqidah, akhlaq, fiqh, sirah, fiqh da'wah, Tarikh Islam, sejarah dunia dan ilmu kontemporari lainnya. Contoh muslimah yang menguasai ilmu-ilmu ini adalah Aisyah RA.

2. Najihah fi Tarbiyyati Auladiha

Seorang aktivis muslimah yang telah berkeluarga hendaklah berupaya dalam mendidik anaknya, bahkan bagi seorang aktivis yang belum berkeluarga pun seharusnya mempelajari bagaimana cara mendidik anak dalam Islam, kerana ilmu tersebut fardhu 'ain, sehingga mempelajarinya sama dengan mempelajari wudhu, sholat, puasa, dan sebagainya. Sehingga ia tahu betul cara mendidik anak dalam Islam yang nantinya anak-anak tersebut akan ia persembahkan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. Insya Allah kelak ia akan menjadi Ibu yang sukses seperti Hajar dan Khadijah ra.

3. Muayyidah fi Da'wati Zaujiha

Sebagai aktivis amal Islami, kepedulian kita bukan hanya kepada masalah luaran, mengupayakan pelaksanaan amal Islam terhadap orang lain, akan tetapi kepedulian terhadap aktiviti keluarga harus lebih diutamakan, misalnya memberikan motivasi amal Islami kepada anak, pembantu, juga suami. Ia menjadi muslimah yang senantiasa menjadi motivator kebaikan suaminya, seperti Ummu Sulaim yang menikah dengan Abu Tholhah dengan mahar syahadat. Namun ketika Abu Tholhah wafat Rasulullah mensholatkannya sampai sembilan kali takbir, menunjukkan sayangnya Rasulullah kepada beliau karena tidak pernah berhenti dalam beramal dan berjihad bersama Rasul. Hal ini ia lakukan karena selalu mendapat motivasi dari Ummu Sulaim, istrinya.

4. Naafi'ah Fi Tagyiiri Biiatiha

Ia selalu peduli terhadap lingkungannya, selalu membuka mata dan telinga untuk mengetahui keadaan sekelilingnya, selalu mengupayakan lingkungannya menjadi lebih baik. Contohnya Ummu Syuraik yang selalu mengelilingi pasar bila saat sholat tiba untuk mengingatkan penghuni pasar agar segera melaksanakan sholat dengan kalimatnya yang terkenal 'Assholah, Assholah!!!'


Demikian semoga dengan empat hal ini kita dapat menjadi aktivis Muslimah yang di cintai Rasulullah SAW. Amin.

KU DAMBA KASIH ILAHI

25 January, 2011

YA ALLAH.......



Menjadi sebaik2 hamba & khalifah,bukan semudah memetik 2 jari,
itupun belum pasti bisa berbunyi..
hakikat insan memang penuh dengan kekurangan,
namun tidak menjadi suatu kesalahan untuk memperbaiki diri menjadi sebaik2 hamba Tuhan
teruslah melangkah meski dalam kepayahan..
kita kan khalifah, mengapa mesti diuji dengan perkara yang mudah...
sedangkan kepayahan itu perkara wajib sebelum tiba ke jannah..
lalu, haruslah mengalah pada takdir yg sering menghadiahi kita dgn kesukaran yg m'buatkan kita terduduk menangis hiba..?
belajarlah untuk tabah wahai hati seorang PEJUANG!!!
tangisan itu pasti takkan sia2 andai langkahmu terus teguh menuju jalanNya...=)

15 January, 2011

2 dekad sudah!!!!




Alhamdulillah, syukur ke hadrat Ilahi kerana sehingga ke hari ini, aku masih dapat menghirup udara yang segar di atas muka bumi ini...

sungguh tidak disangka, pada pukul 1.00 AM tadi, genaplah sudah umurku, 20 TAHUN..TERIMA KASIH KEPADA IBU & BAPAKU, krn byk bersbr melayan karenah anakmu yg nakal ini..keranamu aku dapat hidup di muka bumi ini..krnmu aku berada di Pusat Asasi UIA PJ ini..

Satu jangka masa yang agak lama,...tapi seakan sudah banyak liku2 hidup yg telah dilalui..
sejak dari kecil, sekolah tadika, sekolah rendah, sekolah menengah, sehinggalah ke pusat Asasi UIA ini..

sungguh pengalaman hidup itu mendewasakanku, sejak dari kecil, dibesarkan oleh ibu bapa, bermain siang dan malam tanpa mengenal apa itu erti hidup di dunia fana ini..sudah bermacam2 liku2 hidup ini telah ditempuhi, namun segala itu adalah kehidupan yang mesti dilalui oleh seorang insan bernama manusia...

hidup ini seperti roda, ada masa diatas, ada masa dibawah. kita selalu mengharapkan ksenangan dlm hidup ini, namun kita msti sedar, sblum mncapai kesenangan itu, ia mesti dimulai dgn kesusahan..ibarat pepatah melayu ada mngatakan, berakit2 ke hulu, berenang2 ke tepian..bersakit2 dahulu, bersenang2 kemudian..semakin hari, umurku semakin meningkat, dan semakin banyak perkra yg telah dipelajari..

even untuk mndapat syurga Allah itu juga disertai dengan kesusahan, teringat talk yg diadakan malam semalam oleh Ustaz Zamri, talk tentang 'Antara cita, cinta & amanah'..cuba kita renung balik, terlalu banyak perkara yg kita lakukan untuk kehidupan dunia, blajar bersggh2 utk berjya dlm exam. tuto, quiz, assgnment n sbgainya..tp apa yg telah dilakukan utk khidupan akhirat?solat? zikir?solat dhuha?..istiqamah ke kita untuk lakukan zikir, solat dhuha?cuba fikirkan berapa banyak masa yg diambil utk mngejar khdupan dunia berbnding khidupan akhirat?xmustahil bukan kita mngambil msa yg lbih lama utk mngjar dunia berbnding akhirat? klau ditmbah tolak, didarab bhgi oleh ustaz zamri pd mse cramah itu, kita hnya mngambil msa 2thun utk solat shj(jka hnya amalan solat yg dlakukan utk akhirat) spjg kita hidup didunia ini(maksimum 60-70 tahun umur umat Nabi Muhammad SAW)..Bygkan, KITA NAK BELI SYURGA ALLAH YG MAHAL ITU DGN 2 TAHUN SHJ MASA UTK BERIBADAH SPJG HIDUP DI DUNIA INI?..Layak ke kita dapat syurga Allah yg mahal tu?

Imam Al-Ghazali ada berkata: menuntut ilmu itu adalah TAQWA, menyampaikan ilmu itu adalah IBADAH, mengulang ilmu adalah ZIKIR, mencari ilmu adalah JIHAD..

Dengan ilmu, aku mengenal segalanya, dengan ilmu juga, aku tahu apa tujuan aku hidup di dunia ini..iaitu..sebagai hamba ALLAH, sebagai khalifah di muka bumi ini, dan untuk menjalankan amanah yg telh diprtanggungjwabkan ke atasku...jika disenaraikan, terlalu byak tggungjawab yg tdk terlaksana olehku..Assyahid Imam Hassan ALBanna ada berpesan: kewajipan hidup lebih byk drpd waktu yg ada. jd tolonglah org lain utk memanfaatkn waktunya..jka anda mmpnyai urusan yg lbih pnting, maka segerakanlah ia..


Ibnu Mas'ud berkata: 'perkara yg plg sedih bila tiba tahun baru adalah umurku bertambah, tapi amalanku tak bertambah'

Amalan, memang susah untuk dimulakan..tetapi amal yg dimulai dgn sedikit2..tetapi istiqamah, lebih disukai oleh Allah..Allahummazurzuqnal istiqamah..Ya Allah, kurniakan kami istiqamah dlm beramal.......

terima kasih Tuhan kerana masih lagi memberikan aku nyawa, hingga umurku mencecah 20 tahun,
terima kasih Tuhan, keranaMu jantungku masih berdenyut hingga ke hari ini
terima kasih Tuhan, keranaMu aku masih dapat menikmati rezeki yang kau limpahkan kepadaku
terima kasih Tuhan, kerana masih memberi peluang kepadaku untuk bertaubat
setelah banyak dosa yang telah aku lakukan
setelah banyak masa yg aku habiskan tnpa mengingatiMu
setelah banyak perkara yg aku lakukan tanpa mendahuluiMu
terima kasih Ya Tuhan atas segala2nya
walau aku tahu, ucapan terima kasih ini tak setanding dengan nikmat yg telah Kau berikan padaku

KU DAMBA KASIH ILAHI

13 January, 2011

oUr BeSt PeRfOrMaNcE

ku merintih ku menangis
ku meratap ku mengharap
ku meminta dihidupkan semula
agar dapat kembali ke dunia nyata

perjalanan rohku melengkapi sebuah kembara
singgah di rahim bonda sebelum menjejak ke dunia
menanti di barzakh sebelum berangkat ke Mahsyar
diperhitung amalan penentu syurga atau sebaliknya


tanah yang basah berwarna merah
semerah mawar dan juga rindu
tujuh langkah pun baru berlalu
seusai talkin bermadah syahdu
tenang dan damai dipusaraku
nisan batu menjadi tubuh
namun tak siapa pun tahu resah penantianku

terbangkitnya aku dari sebuah kematian
seakan kudengari tangis mereka yang ku tinggalkan
kehidupan di sini bukan suatu khayalan
tetapi ia sebenar kejadian


kembali roh kembali
kembalilah ke dalam diri
sendirian sendiri
sendiri bertemankan sepi
hanya kain putih yang membaluti tubuhku
terbujur dan kaku jasad di dalam keranda kayu

ajal yang datang di muka pintu
tiada siapa yang memberitahu
tiada siapapun dapat hindari
tiada siapa yang terkecuali
lemah jemari
nafas terhenti
tidak tergambar sakitnya mati
cukup sekali tak sanggup untukku mengulangi


jantung berdegup kencang
menantikan malaikat datang
menggigil ketakutan gelap pekat di pandangan
selama ini diceritakan kini aku merasakan
di alam barzakh jasad dikebumikan

ku merintih aku menangis
ku meratap aku mengharap
ku meminta dihidupkan semula
agar dapat kembali ke dunia nyata


penyanyi: FAR EAST

Alhamdulillah, akhirnya setelah berpenat lelah berlatih untuk membuat persembahan nasyid ini, kami berjaya mendapat johan untuk aktiviti hisbah HUMAIRA' yang diadakan malam semalam. Sungguh tidak disangka sama sekali...(dapat satu tuala baru)..hehehehe..tetapi pertandingan itu tak terhenti di situ saja, kami akan bertanding untuk TALENT TIME 2minggu akan datang..

Bagus juga memilih nasyid ini sebagai satu persembahan, kerana at least ada message penting yang ingin disampaikan, iaitu hidup didunia ini adalah sementara, seperti sabda Rasulullah SAW, celuplah jari ke dalam air lautan, dan hidup didunia itu adalah seperti titisan air yang jatuh dari jari, dan selebihnya iaitu air lautan yang luas itu adalah hidup akhirat

KEJARLAH AKHIRAT, NESCAYA DUNIA MENGIKUTIMU...




Ya Allah akhirkanlah hidup kami dengan husnul khatimah, dan jangan akhirkan hidup kami Ya Allah dengan su'ul khatimah...ameeen....

KU DAMBA KASIH ILAHI

13 December, 2010

AkU LiM & IsLaM

Assalamualaikum wbt. pertma2 skali mnta maaf byk2 krn tlh lame x update blog ni..mgkin krn xsempat utk mncari bhn2 yg bgus utk dipost..Alhamdulillah akhirnya hari ini berksmpatan jga utk update blog nih..

Satu hari, sedg diri ini mlyari internet, maka tersrempaklah dgn satu artikel nih..amat menarik...stelah mmbacanya, seolah2 teringat dgn satu talk yg diadakan di AMF UIA PJ pd sem 2 yg lpas yg dismpaikan oleh seorg muallaf yg jga bernama LIM..Dan ceramah yg dismpaikan ada kemiripan dgn artikel ini..mgkinkah Lim yg dikatakan adalah org yg sama..sma2 kita fikirkan..hahaha..

Aku punya seorang rakan baik dari zaman kanak-kanak. Lim Wei Choon. Sana-sama bersekolah rendah hingga ke peringkat menengah . Selepas SPM. Aku masuk ke Tingkatan 6, manakala Lim dihantar keluarganya melanjutkan pelajaran ke Amerika Syarikat.

Kenangan sewaktu kanak-kanak hingga ke zaman remaja terlalu banyak yang dikongsi bersama. Setiap kali hariraya menjelang, Lim pasti berkunjung ke rumah ku untuk menikmati dodol arwah ayahku yang amat digemarinya.
kadangkala, jika ada kenduri kendara dirumahku, pasti Lim akan turut serta. Aku jarang ke rumahnya kecuali umtuk beberapa sambutan seperti harijadi dan juga Tahun Baru Cina. Aku takut dengan anjing peliharaan keluarga Lim. Dengan Lim juga aku belajar matematik manakala subjek Bahasa Malaysia sering menjadi rujukannya padaku. Apa yang ingin kunyatakan ialah, warna kulit dan perbezaan ugama tidak pernah menjadi penghalang persahabatan kami.

20 tahun telah berlalu, Lim telah menetap di Amerika setelah berjaya mendapat Green Card, beliau bekerja disana. Itu yang kuketahui dari kakaknya. Hubungan ku dengan Lim terputus setelah dia melanjutkan pelajaran. maklumlah, dizaman kami dulu tiada internet, email atau telefon bimbit, yang ada cuma sesekali menghantar poskad bertanya khabar.

Suatu pagi. Aku bertembung dengan kakak Lim di pasar , kakaknya memberitahu Lim akan pulang ke tanahair. Dan aku amat terkejut dengan berita yang kudengar dari kakaknya. " He's name is no more Lim Wei Choon. He's now Ahmad Zulfakar Lim since 5 years ago. ..Subhanallah! Syukur Alhamdulillah, rakan baikku telah menemui hidayah dari Allah S.W.T. Memang aku tak sabar untuk berjumpa dengannya lebih-lebih lagi setelah menjadi saudara seagama denganku.


Hari yang kutunggu-tunggu telah tiba, dan petang itu aku berkesempatan bertemu dengan Lim dirumahnya. Ada satu keraian istimewa sempena menyambut kepulangannya. Ketika aku tiba, tetamu sudah semakin berkurangan.Itulah kalimat pertama dari mulutnya, wajahnya sudah jauh berubah, air mukanya amat redup dan tenang. Aku menjawab salam dan berpelukan dengannya dan kami menangis umpama kekasih yang sudah terlalu lama terpisah.

'Ini dia olang memang sudah manyak lama kawan, dari kecik ini dua olang" Ibu Lim menjelaskan pada beberapa orang tetamu yang melihat peristiwa kami berpelukan dan menangis itu. Tetapi aku bukan menangis kerana apa, tetapi kerana amat sebak dan terharu dan sangat bersyukur melihat keislaman rakanku.

Lim mengajak aku duduk dibuaian dihalaman rumahnya untuk berbual-bual. beliau masih fasih berbahasa melayu walau sudah lama berada diperantauan.

Talha, kau kawan baik aku kan? betul tak?...
Memanglah..Kenapa kau tanya macam tu?
kalau kau kawan baik aku, Kenapa kau biarkan aku diseksa?
Sorry Lim. Aku tak faham..diseksa? What do you mean?
Cuba kau fikir, kita ni kawan dari kecil. Aku ingat lagi, rumah kau tu, is my second house. Tapi, mengapalah kau tak pernah ceritakan pada aku tentang Islam? Mengapa aku kena pergi ke US baru aku dapat belajar tentang Islam? Mengapa bukan di Malaysia, negara Islam ni? Dan mengapa aku di Islam kan oleh seorang bekas paderi kristian?


Aku terdiam, kelu.
Kalau betullah kau kawan baik aku, Kenapa kau cuma nak baik dengan aku di dunia saja? kau suka tengok kawan baik kau ni diseksa didalam api neraka?
Kau tahu, kalaulah aku ni tak sempat masuk islam hingga aku mati. Aku akan dakwa semua orang melayu Islam dalam kampung kita ni sebab tak sampaikan dakwah dan risalah Islam pada aku, keluarga aku dan non muslim yang lain.

Kau sedar tak, kau dah diberikan nikmat besar oleh Allah denagn melahirkan kau didalam keluarga Islam. tapi, nikmat itu bukan untuk kau nikmati seorang diri, atau untuk keluarga kau sendiri, kau dilahirkan dalam Islam adalah kerana ditugaskan untuk sampaikan Islam pada orang-orang yang dilahirkan dalam keluarga bukan Islam macam aku.

Aku masih tunduk dan terkata apa-apa kerana sangat malu.
Berdakwah adalah tugas muslim yang paling utama, sebagai pewaris Nabi, penyambung Risalah. Tetapi apa yang aku lihat, orang melayu ni tiadak ada roh jihad, tak ada keinginan untuk berdakwah, macamana Allah nak tolong bangsa melayu kalau bangsa tu sendiri tak tolong ugama Allah?

Aku bukan nak banggakan diri aku, cuma aku kesal..sepatutnya nikmat ini kau kena gunakan dengan betul dan tepat, kerana selagi kau belum pernah berdakwah, jangan kau fikir kau sudah bersyukur pada Allah. Dan satu lagi, jangan dengan mudah kau cop orang-orang bukan Islam itu sebagai kafir kerana kafir itu bererti ingkar. Kalau kau dah sampaikan seruan dengan betul, kemudian mereka ingkar dan berpaling, barulah kau boleh panggil kafir.

Aku menjadi amat malu, kerana segala apa yang dikatakan oleh Lim adalah benar! dan aku tak pernah pun terfikir selama ini. Aku hanya sibuk untuk memperbaiki amalan diri sehingga lupa pada tugasku yang sebenar. Baru aku faham, andainya tugas berdakwah ini telak dilaksanakan, Allah akan memberikan lagi pertolongan, bantuan dan kekuatan serta mempermudahkan segala urusan dunia dan akhirat sesorang itu.

Petang itu aku pulang dengan satu semangat baru. Aku ingin berdakwah! Lim yang baru memeluk Islam selama 5 tahun itu pun telah mengislamkan lebih 20 orang termasuk adiknya. Mengapa aku yang hampir 40 tahun Islam ini (benarkah aku islam tulen) tidak pernah hatta walau seorang pun orang bukan Islam yang pernah kusampaikan dengan serious tentang kebenaran Islam?

Semoga Allah mengampuni diriku yang tidak faham apa itu erti nikmat dilahirkan sebagai Islam.

Mengapa mesti kita mendapat tazkirah itu dr seorang yg bukan Islam tentang kewajipan berdakwah??
setelh mmbaca artikel ini, siapakah yg harus di perslahkan?diriku atau dirimu? sama2 kita bermuhasabah..mgkin kita lebih mnghargai sesuatu yg kita dpt hasil dr titik peluh dan kefahaman berbanding dgn sesuatu yg kita dpt dgn percuma shj tanpa sedikit pun pengorbanan...

Ya aku akui, diriku hanyalah seorang Islam..keislaman yg diwarisi, yg dr kecil hngga dwasa hnya mngikut arahan ibubapa xbleh buat itu dan ini..krn itu adalah ajaran Islam...aku akui, aku punya zaman jahiliyyah itu, mlggar batas2 syariat itu, namun tak slh bukan jika kita sama2 mngkaji smula scra mndalam apakah ajaran Islam itu..mngkaji smula ajaran yg dibwa oleh Rasulullah SAW yg snggup berkorban diri & nyawanya hny krn mnegakkan dakwah Islamiyyah...mnyampaikan ajaran Islam kpd semua manusia shnggalah kita smua dpt mnkmati nikmat Islam itu shngga ke hri ini..Alhamdulillah..Allahumma solli ala sayyidina Muhammad..

jadi siapakah yg harus berdkwah skrg kalau bukan kita?bila lagi?dimana lagi?siapa yg hendak mnjadi MATA-MATA RANTAI PERJUANGAN NABI SAW kalau bukan KITA?takut2 Islam itu tidk smpai pd generasi yg akan datang..nauzubillah min zaalik..

Aku xperfectla, cmne nak dakwah?..ko sape nak dakwah aku??kubur lain2 lah,ko jgn sibuk bleh x??
dakwah itu satu kmestian bilamana kita sbgai seorg ISLAM mngucap dua kalimah syahadah,tggungjwab berdkwah itu scra lgsungnya tlh terpikul di bahu kita...kita kena ingat salah satu hadis nabi...


“Balighul Anni Walau Ayyat”

Artinya : “ Sampaikanlah kepada mereka walaupun hanya satu ayat ”
Dari Anas RA :

Kami para sahabat RA bertanya “Ya Rasullullah SAW kami tidak akan menyuruh orang untuk berbuat baik sebelum kami sendiri mengamalkan semua kebaikan dan menjauhi semua kemungkaran.” Maka Nabi SAW bersabda, “ Tidak, bahkan serulah orang untuk berbuat baik, meskipun kalian belum mengamalkan semuanya. Dan cegahlah kemungkaran, meskipun kalian belum menghindari semuanya.”
(HR Thabrani)

berdsarkan hadis ini dpt disimpulkan bhw kita harus berdkwah kpd sesiapa jua..disamping kita juga turut sama mmperbaiki diri spy mnjadi yg lebih baik..org yg berdkwah itu sgt berat ujiannya, krn dia diuji dgn apa yg didkwahkannya kpd org lain..so sama2 kita fikirkan..wallahua'lam..

KU DAMBA KASIH ILAHI